Ketua Pepadi Sesalkan Silang Pendapat Masalah Wayang
Cirebon, SGOnline,- Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kota Cirebon menyayangkan salah satu ustadz yang mengatakan wayang dimusnahkan hingga akhirnya viral di sejumlah medsos.
Ketua Pepadi Kota Cirebon, Elang Iyan Ariffudin mengatakan, seharusnya persoalan wayang dimusnahkan tidak perlu terjadi, terlebih lagi seolah dikesankan bahwa wayang tidak sesuai dengan syariat Islam bahkan harus dimusnahkan ketika seorang dalang taubat.
“Peristiwa tersebut membuat prihatin sejumlah pihak, saya fikit ustadz tersebut harus belajar sejarah masuknya Islam di Indonesia. Kenapa menggunakan media wayang? Karena di zaman itu, masyarakat masih menganut Hindu dan Budha. Tapi tujuannya bagaimana syiar Islam itu berhasil”, ungkapnya
Elang Iyan menegaskan, sangat tidak setuju sama sekali jika wayang dimusnahkan, wayang sudah diakui sebagai budaya dunia dan diakui Unesco tahun 2003 bahkan 7 November adalah hari wayang dunia.
Elang Iyan juga masih ingat salah satu pesan dari Sunan Gunung Jati, yaitu rawaten, emanen, mulya aken, maring pusakane.
“Pesan dari Sunan Gunung Jati yaitu memiliki makna adalah, pusaka bukan hanya tosan aji saja, melainkan juga ajaran-ajaran termasuk wayang. Itu harus dijaga dan dilestarikan,” tukasnya
Lebih lanjut, Ketua Pepadi juga menuturkan, wayang sejak lama telah menjelma bukan lagi hanya tontonan tetapi juga tuntutan. Banyak pesan yang terkandung sert bisa dipetik dari cerita pewayangan.
“Kita ambil hikmahnya pernyataan dari salah satu ustadz tadi itu untuk pelecut menjadi bangkit kembali,” pungkasnya. (Andi/SGO)
