OJK Cirebon Bentengi 500 Mahasiswa Uniku dari Ancaman Pinjol Ilegal, Judi Online & Investasi Bodong
CIREBON, (SGOnline).—
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon bergerak cepat memperkuat pertahanan generasi muda terhadap ancaman pinjaman online ilegal, judi online, investasi bodong, hingga kejahatan keuangan digital melalui kegiatan edukasi keuangan bertajuk“Cerdas Literasi Keuangan Digital, Hidup Sejahtera Menuju Indonesia Emas” di Universitas Kuningan (UNIKU), Kabupaten Kuningan, (Rabu (6/5/2026).
Sebanyak 500 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNIKU mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari gerakan masif OJK membangun generasi muda yang cerdas finansial, kritis terhadap risiko digital, dan siap menjadi penggerak ekonomi masa depan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Literasi Keuangan (BLK) Tahun 2026 dalam program nasional GENCARKAN (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan) ini menghadirkan anggota Komisi XI DPR RI Dr. Shohibul Imam, CPA., Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, S.H. M.H, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Rektor Universitas Kuningan Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Kuningan sebagai bentuk sinergi nyata antara regulator, pemerintah daerah, kampus dan industri jasa keuangan.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menegaskan bahwa generasi muda saat ini menghadapi ancaman serius di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi keuangan. Kemudahan akses teknologi dinilai sering dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menjerat masyarakat, khususnya mahasiswa, melalui pinjol ilegal, investasi bodong, penipuan digital, hingga judi online yang semakin masif.
“Mahasiswa jangan sampai menjadi korban ataupun pelaku penyebaran praktik keuangan ilegal. OJK hadir untuk memastikan generasi muda memiliki pemahaman yang kuat agar mampu membedakan mana layanan keuangan legal dan mana yang merugikan masyarakat,” ujar Agus Muntholib.
Menurut Agus, edukasi keuangan saat ini menjadi kebutuhan mendesak, bukan lagi sekadar pengetahuan tambahan. Di tengah gaya hidup digital dan maraknya transaksi online, generasi muda harus memiliki kemampuan mengelola keuangan, menjaga data pribadi, memahami risiko investasi, hingga mampu menahan perilaku konsumtif akibat tekanan media sosial.
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, menunjukkan tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa baru mencapai 40,49 persen, masih jauh di bawah tingkat nasional sebesar 66,64 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius OJK karena kelompok usia muda justru merupakan pengguna teknologi digital terbesar di Indonesia. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan edukasi langsung mengenai cara mengenali investasi ilegal, bahaya judi online terhadap kondisi finansial dan mental, ciri-ciri pinjaman online ilegal, hingga tips mengelola keuangan secara sehat dan produktif sejak usia muda.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan resmi yang diawasi OJK.
Langkah strategis
Anggota Komisi XI DPR RI Dr. Shohibul Imam, CPA. menyampaikan, penguatan literasi keuangan merupakan langkah strategis dalam menciptakan generasi muda yang mandiri dan mampu menghadapi tantangan ekonomi digital. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan akan menjadi fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. memberikan apresiasi atas langkah aktif OJK Cirebon yang terus hadir di tengah masyarakat melalui edukasi keuangan yang relevan dengan tantangan zaman.
Menurutnya, OJK tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan sektor jasa keuangan, tetapi juga berperan besar dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan keuangan digital yang saat ini semakin mengkhawatirkan.
“Kami mengapresiasi OJK Cirebon yang terus konsisten meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya mahasiswa. Edukasi seperti ini sangat penting agar generasi muda di Kabupaten Kuningan semakin bijak dalam mengelola keuangan dan tidak mudah terjebak praktik pinjol ilegal maupun judi online,” ujar Bupati Kuningan.
Rektor Universitas Kuningan Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si. juga menyampaikan apresiasi kepada OJK atas kepercayaan dan kolaborasi yang dibangun bersama Universitas Kuningan dalam meningkatkan literasi keuangan mahasiswa.
Menurutnya, edukasi keuangan menjadi bekal penting bagi mahasiswa agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan finansial dan kemampuan mengambil keputusan keuangan yang tepat.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada OJK Cirebon atas terselenggaranya kegiatan edukasi keuangan ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini dan menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital,” ujar Rektor
UNIKU.
OJK menilai mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change dalam menyebarluaskan pemahaman keuangan yang baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Oleh karena itu, OJK terus memperluas edukasi keuangan secara masif agar generasi muda tidak mudah terjebak dalam praktik keuangan ilegal yang dapat merusak masa depan.
Selain memperkuat pemahaman keuangan digital, kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendorong akses keuangan yang inklusif, aman, dan bertanggung jawab di wilayah Ciayumajakuning.
Melalui kegiatan ini, OJK menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam melindungi masyarakat, meningkatkan literasi keuangan, serta menciptakan generasi muda Indonesia yang lebih cerdas, produktif, dan tahan terhadap berbagai ancaman kejahatan keuangan digital. (Ruddy)
