2026-06-03

SGOnline

Bersinar & Informatif

Gerak Cepat, Pemkot Cirebon Ajak BBWS Tangani Jembatan Lebakngok yang Longsor

CIREBON, (SGOnline).-

Pemerintah Kota Cirebon merespons cepat laporan kerusakan infrastruktur akibat cuaca ekstrem yang melanda Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti. Fokus utama penanganan diarahkan pada Jembatan Lebakngok di RW 11 Bendakerep yang mengalami longsor dan mengancam akses vital warga.

Jembatan tersebut melintasi aliran sungai yang bermuara ke Kali Benda. Untuk memastikan penanganan teknis berjalan tepat sasaran, Pemkot Cirebon segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS).

Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, meninjau langsung lokasi longsor pada Senin (23/2/2026). Ia didampingi Camat Harjamukti, Yuki Maulana Hidayat, perwakilan BBWS, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Wali Kota menyusuri titik-titik longsor yang mulai menggerus fondasi jembatan guna memetakan tingkat kerusakan sekaligus menyiapkan langkah penanganan darurat agar mobilitas warga tidak terputus.

“Perbaikan jembatan ini menjadi prioritas mendesak. Karena berkaitan langsung dengan aliran sungai, kami terus berkoordinasi intensif dengan BBWS untuk menentukan solusi teknis yang paling aman,” ujar Siti Farida di lokasi.

Ia menambahkan, koordinasi internal di lingkungan Pemkot Cirebon juga terus dipercepat, terutama terkait kesiapan anggaran dan teknis pelaksanaan. Hasil tinjauan lapangan, kata dia, akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Cirebon untuk mempercepat proses rehabilitasi.

Jembatan Lebakngok merupakan akses utama yang menghubungkan RW 11 Bendakerep dan RW 08 Kopiluhur, dua kawasan padat penduduk di Argasunya. Selain aksesibilitas, aspek keselamatan warga menjadi perhatian serius, mengingat intensitas hujan dan debit air sungai yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Sebagai langkah sementara, Pemkot Cirebon mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di sekitar lokasi. Rambu peringatan tambahan juga akan dipasang oleh dinas terkait guna mencegah risiko kecelakaan.

“Kami mengajak seluruh pihak, mulai dari Pemkot, BBWS, hingga masyarakat, untuk berkolaborasi agar Jembatan Lebakngok dapat kembali berfungsi dengan aman dan layak,” tegas Wakil Wali Kota.

Sementara itu, Camat Harjamukti Yuki Maulana Hidayat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap derasnya arus sungai saat hujan. Menurutnya, jembatan tersebut sangat krusial, terutama sebagai jalur pendidikan bagi anak-anak menuju SDN Lebakngok.

“Arus sungai sangat tinggi saat hujan dan berpotensi membahayakan struktur jembatan. Ini jalur penting bagi warga, khususnya anak-anak sekolah. Keselamatan menjadi prioritas utama,” kata Yuki.

Ia memastikan pihak kecamatan akan terus mengawal arahan pimpinan daerah serta menjaga komunikasi dengan tokoh masyarakat di RW 11 dan RW 08 agar warga memperoleh informasi yang jelas terkait tahapan perbaikan jembatan. (SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *