Proses Penyaluran Bantuan Beras Diperluas untuk Mengatasi Kenaikan Harga
Cirebon, (SGOnline),-
Pemerintah daerah Kota Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan melakukan ekspansi dalam penyaluran bantuan beras melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Hal ini dilakukan sebagai respons terhadap kenaikan harga beras yang terjadi, khususnya menjelang bulan Ramadan, di lapangan Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon, Jumat (23/2/202).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, Emilya Masruroh, menyatakan bahwa meskipun penyaluran bantuan beras melalui GPM dijadwalkan setiap bulan, namun kali ini dilakukan penambahan lokasi penyaluran.
“Kami tidak hanya melaksanakan di satu lokasi, tetapi kami tambahkan lagi 4 lokasi khusus untuk beras, Total ada 10 ton beras Raskin yang disalurkan dalam penambahan ini,” ujarnya.
Masruroh menegaskan bahwa penambahan lokasi penyaluran ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi kenaikan harga beras dan potensi kerusuhan sosial.
“Kami menggunakan sistem antrian nomor untuk memastikan setiap warga mendapatkan beras dengan adil,” tambahnya.
“Kami juga terus memberikan pengertian kepada masyarakat agar tidak berbondong-bondong mengantri kembali setelah mendapatkan beras.”
Salah satu warga Kasepuhan, Aisyah, mengungkapkan kepuasannya atas upaya pemerintah dalam mengatasi kenaikan harga beras.
“Lumayan, harga beras di pasar memang mahal, sekitar 17-18 ribu per kilo,” ujarnya.
“Dengan adanya penyaluran bantuan ini, setidaknya membantu meringankan beban masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadan.”
Penyaluran bantuan beras ini juga dijadwalkan akan dilakukan secara teratur mendekati bulan Ramadan. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi yang dihadapi, terutama terkait harga beras yang terus meningkat.
(Andi/SGO)
