2022-12-05

SGOnline

Bersinar & Informatif

Rahardjo Djali Kini Jadi Sultan Mahmud Samsudin Aloeda Ahsani

2 min read

CIREBON, (SGOnline).-

Polmak Rahardjo Djali mengaku pernah meminta Sultan Sepuh yang menduduki tahta Kesultanan Kasepuhan Cirebon untuk menjalani tes DNA. Langkah itu dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui sejauhmana kemurnian gen Sunan Gunung Jati dalam darah mereka.

Rahardjo Djali, yang menjalani jumenengan (penobatan) sehari sebelumnya dan kini bergelar Sultan Mahmud Samsudin Aloeda Ahsani, bersikukuh jika dirinya merupakan keturunan asli Sunan Gunung Jati.

Sikap tersebut didasarkan pada silsilah keluarganya, terutama dari garis laki-laki. Dalam hal ini, Rahardjo mengaku sebagai cucu dari Sultan Sepuh XI Tadjul Arifin Djamaluddin Aluda Mohammad Samsudin Radjanatadiningrat.

Sultan Sepuh XI disebutnya sebagai keturunan murni Sunan Gunung Jati. Berbeda halnya dengan sultan berikutnya, Sultan Sepuh Alexander Rajaningrat, yang dituding Rahardjo bukan sebagai keturunan murni Sunan Gunung Jati.

Soalnya, sultan-sultan dari Kasepuhan Cirebon berikutnya, yakni Sultan Sepuh XIII Pangeran Raja Adipati (PRA) Maulana Pakuningrat, Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat, dan sultan yang kini bertahta, Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin, praktis bukanlah pula keturunan murni Sunan Gunung Jati.

Dengan begitu, menurut Rahardjo, mereka tidak berhak atas tahta Kesultanan Kasepuhan Cirebon. “Kalau kita merunut kembali kepada kakek moyang Luqman (Sultan Sepuh XV) yaitu Alexander Rajaningrat, itu tidak punya hubungan darah dengan Sultan Sepuh XI,” bebernya, Kamis (19/8/2021).

Untuk menegaskan posisinya sebagai keturunan asli Sunan Gunung Jati, Rahardjo Djali mengungkapkan dirinya pernah meminta pihak Kesultanan Kasepuhan Cirebon, baik Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat maupun Sultan Sepuh XV Luqman Zulkaedin untuk menjalani tes DNA. “Kami pernah ajukan kepada mereka untuk tes DNA beberapa kali. Tapi belum ada respon,” tandas Rahardjo.

Bukan saja tes DNA, dia juga pernah menjatuhkan somasi bagi Sultan Arief yang ketika itu sedang bertahta. Ada pula permintaan dialog. Namun, semua itu tak berbuah respon apapun.

Pihaknya sampai kini masih berharap Sultan Sepuh XV PRA Luqman Zulkaedin dan keluarganya legowo meninggalkan Keraton Kasepuhan Cirebon, setelah dirinya dinobatkan sebagai Sultan Mahmud Samsudin Aloeda Ahsani pada 18 Agustus 2021.

Rahardjo Djali meyakinkan, pelurusan trah Sunan Gunung Jati penting sebagai upaya meluruskan sejarah Cirebon. Dia pun memastikan, langkah-langkah yang dilakukannya, termasuk jumenengan yang digelar berdasarkan kajian ahli sejarah hingga restu dari para ulama sepuh. (Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *