2023-12-01

SGOnline

Bersinar & Informatif

Polres Cirebon Kota Terus Periksa Terduga Penista Agama

2 min read

Cirebon, (SGOnline),-

Polres Cirebon Kota melakukan pemeriksaan terhadap seorang perempuan yang diduga melakukan penistaan ​​agama melalui rekaman suara atau voice note.

Sejumlah anggota ormas Islam mendatangi Polres Cirebon Kota pada hari Jumat siang untuk mengetahui perkembangan penanganan kasus yang meresahkan masyarakat.

Sejumlah perwakilan dari Forum Umat Islam di Kota Cirebon datang ke Mapolres Cirebon Kota, mengapresiasi langkah-langkah sigap petugas yang telah mengamankan perempuan tersebut.

Kehadiran mereka tidak hanya untuk menyampaikan perkembangan kasus, tetapi juga untuk mendukung penanganan kasus penistaan ​​agama yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, petugas Polres Cirebon Kota telah mengamankan seorang perempuan berusia 40 tahun di rumahnya pada Kamis (16/11/2023) pagi.

Perempuan ini diduga melakukan pelanggaran agama melalui rekaman suara yang tersebar di media sosial, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat Cirebon.

Anggota FUI (Forum Umat Islam) Cirebon, Agung, mengatakan, “Alhamdulillah kami mengapresiasi kinerja kepolisian yang sudah sigap mencurigakan pelaku mengancam dan memahami agama Islam. Faktanya, jika umat Islam menginginkan sesuai syariat Islam, pelaku bisa dihukum mati karena telah menghina ajaran Islam. Namun, karena hukum Islam belum tegak, kami percayakan dan menghormati hukum yang berlaku agar dihukum seberat-beratnya.”

Kapolres Cirebon Kota, AKBP. Rano Hardiyanto, menjelaskan, “Kami melakukan koordinasi dengan Rumah Sakit Gunungjati untuk tes kejiwaan. Informasi dari RW menunjukkan perilaku yang tidak seperti orang normal, seperti suka marah dan menghalangi aktivitas masyarakat, termasuk ketua RW ke masjid. Kami terus mendalami kasus ini.”

Hingga Jumat (17/11/2023) siang, petugas masih fokus menangani kasus penistaan ​​agama ini. Sementara itu, polisi juga tengah melakukan pemeriksaan terkait kejiwaan pelaku tak terduga.

Hasil pemeriksaan kejiwaan dari Rumah Sakit Daerah Cirebon masih menjadi pertimbangan dalam pengembangan kasus ini.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *