2024-06-20

SGOnline

Bersinar & Informatif

Perayaan HUT ke-112 Stasiun Cirebon dengan Napak Tilas dan Sosialisasi Keselamatan

2 min read

Cirebon, (SGONline),-
Stasiun Cirebon, sebuah bangunan bersejarah yang didesain oleh arsitek Belanda Pieter Adriaan Jacobus Moojen, merayakan hari ulang tahunnya yang ke-112 pada 3 Juni 2023. Stasiun ini diresmikan pada 3 Juni 1912 bersamaan dengan pembukaan jalur SS Cikampek-Cirebon sejauh 137 kilometer. Terletak di Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon, stasiun ini termasuk dalam Daerah Operasi 3 Cirebon dan ditetapkan sebagai Bangunan Stasiun Cagar Budaya berdasarkan SK Menbudpar No: PM. 58/PW.007/MKP/2010.

Manager Humas Daop 3 Cirebon, Rokhmad Makin Zainul, menyampaikan bahwa KAI Daerah Operasi 3 Cirebon berkolaborasi dengan Indonesian Railways Preservation Society (IRPS) dan Cirebon History untuk merayakan HUT ke-112 Stasiun Cirebon. Mereka menggelar kegiatan Napak Tilas Jalur KA dari Stasiun Cirebon hingga Jalan Pilang Kota Cirebon, yang merupakan jalur KA non aktif Cirebon-Kadipaten. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pecinta sejarah dengan tujuan agar generasi muda lebih mengenal sejarah panjang perkeretaapian di Cirebon.

Dalam rangka memeriahkan ulang tahun tersebut, KAI Daop 3 Cirebon juga menyapa para pengguna jasa yang menunggu keberangkatan KA di Stasiun Cirebon dan memberikan souvenir menarik bagi pengguna Aplikasi Access by KAI.

Selain itu, Daop 3 Cirebon bersama Cirebon History dan IRPS melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang (JPL 200) Jalan Slamet Riyadi Krucuk Kota Cirebon. Sosialisasi ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas, terutama saat melintasi perlintasan sebidang. Kegiatan ini diisi dengan membentangkan spanduk himbauan keselamatan, pembagian flyer keselamatan, serta pemberian merchandise kepada pengguna jalan yang melintasi perlintasan tersebut.

Dengan tagline “BERTEMAN” (Berhenti, Tengok Kanan-Kiri, Aman, Jalan), diharapkan para pengguna jalan lebih memperhatikan rambu-rambu dan waspada saat melintasi perlintasan sebidang, mengingat padatnya arus lalu lintas dan kecepatan kereta api yang mencapai 120 km/jam.

“KAI mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api,” tutup Rokhmad.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *