2024-04-13

SGOnline

Bersinar & Informatif

Laskar Macan Ali Dampingi Kedatangan Puluhan Biksu di Cirebon

3 min read

Cirebon, (SGOnline),- Puluhan Bhante Thudong dari berbagai negara di Asia Tenggara yang berangkat dari Thailand menuju Candi Borobudur, Jawa Tengah, di rencanakan akan tiba di wilayah Kabupaten Cirebon pada Rabu, 17 Mei 2023.

Sebanyak 32 Bhante Thudong pada hari ini Selasa (16/5/2023) telah berada di Kabupaten Indramayu sejak pendaratannya di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, pada 9 Juni 2023.

Ke – 32 Bhante Thudong ke Candi Borobudur untuk memperingati Hari Raya Wisak 2567 BE / 2023 pada 4 Juni 2023.

Thudong adalah perjalanan ritual para Bhante yang dilakukan dengan berjalan kaki ribuan kilometer.

Para Bhante (Biksu / Bhikkhu / rohaniawan Budha ) yang antara lain berasal dari Thailand, Srilanka, Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu memulai perjalanannya sejak 23 Maret 2023 dari Nakhon Si Thammarat, Thailand.

Dalam perjalanannya, Laskar Agung Macan Ali Nuswantara Cirebon, sebuah paguyuban berisikan komunitas yang mencintai dan melestarikan cagar budaya serta kesenian Cirebon, turut serta mendampingi sejak dari Thailand hingga kelak ke Candi Borobudur.

Panglima Tinggi Macan Ali, Prabu Diaz mengungkapkan, rombongan Bhante Thudong telah melewangi Malaysia, Singapura, dan tiba di Batam pada 8 Mei 2023 menggunakan kapal feri.

“Dari ibu kota Thailand selatan jalan kaki melalui jalan darat, menuju perbatasan Malaysia sekitar 10 hari,” ujarnya melalui sambungan telepon kepada sejumlah awak media massa di Cirebon, Selasa (16/5/2023).

Mereka berada di Malaysia selama sekitar 29 hari, sebelum kemudian masuk ke Singapura pada 29 April 2023.

Dari Singapura, rombongan Bhante Thudong menggunakan kapal feri masuk ke Batam dan terbang menuju Jakarta.

“Pada 9 Mei 2023 kami mendarat di Bandara Soekarno Hatta, kemudian istirahat sehari di Jakarta dan diterima Dirjen Bimmas Buddha Kementerian Agama RI untuk kemudian lanjut ke Bekasi, Karawang, Subang, dan saat ini sudah di Indramayu,” ujarnya.

Hari ini, dirinya bersama rombongan Bhante Thudong tengah berada di Kecamatan Widasari, Kabupaten Indramayu, untuk menuju Vihara Budhi Asih di Jatibarang, Indramayu, dan menginap semalam di sana.

“Besok (Rabu) subuh, kami akan lanjut ke Mako Brimob (eks Polwil Cirebon) di Winong, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, dan menginap semalam di sana. Lalu, Kamis (18 Mei 2023) kami lanjut ke Kota Cirebon,” terangnya

Di Kota Cirebon sendiri, para Bhante Thudong diagendakan berkegiatan selama 3 hari pada 19 – 21 Mei 2023.

Dari Kota Cirebon, dengan titik keberangkatan di 0 kilometer yakni Alun – alun Kebumen, rombongan Bhante Thudong akan melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur melalui jalur pantura Jawa Tengah.

Mereka ditargetkan sampai Candi Borobudur pada 1 Juni 2023.

“Tanggal 2 Juni 2023 para Bhante Thudong akan mengikuti prosesi pengambilan api abadi di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah untuk perayaan Hari Raya Waisak 2023,” ungkap Prabu Diaz.

Rombongan dijadwalkan kembali ke negaranya masing – masing paling lambat pada 7 Juni 2023.

Prabu Diaz mengisahkan, selama Thudong, tak ada kendala berarti yang ditemui para Bhante dengan ‘pengawalan’ Laskar Macan Ali.

Namun, hal terberat yang mereka temui adalah kondisi cuaca yang panas, terutama saat tiba di kawasan Karawang, Subang, dan Indramayu.

Bukan hanya cuaca panas di dalam negeri, kondisi serupa juga mereka alami sejak di Thailand dan Malaka.

“Cuaca di sekitar Thailand, Malaka, Karawang, Subang, dan Indramayu, suhunya bisa sampai 38 – 41 derajat celcius,” jelasnya.

Kondisi itu menyebabkan jumlah Bhante Thudong berkurang nyaris setengahnya.

Dia menyebutkan, sejak berangkat dari Thailand terdapat 54 Bhante.

Dimungkinkan tak sanggup menghadapi cuaca panas yang ekstrem, sebagian Bhante undur diri.

“Waktu berangkat dari Thailand ada sekitar 54 Bhante. Namun, seiring perjalanan jumlahnya tinggal sekitar 32 Bhante Thudong yang masuk Indonesia,” tandasnya.

(Andi/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *