2022-10-07

SGOnline

Bersinar & Informatif

Habib Luthfi: Rasa Kebangsaan dan Cinta Tanah Air Harus Dipupuk Kembali

3 min read

CIREBON, (SGOnline).-

Tausiah kebangsaan dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-76 TNI menghadirkan Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali Hasyim bin Yahya digelar di Kota Cirebon. Protokol kesehatan (prokes) tetap dijalankan dengan ketat.

Dalam rangka HUT ke-76 TNI sejumlah kegiatan digelar di Kota Cirebon. Dimulai dari Gebyar UMKM mulai 4 hingga 10 Oktober 2021 di alun-alun Kejaksan Kota Cirebon. Dilanjutkan dengan kirab merah putih dari Balai Kota Cirebon menuju Astana Gunung Jati pada Sabtu (9/10/2021), Kirab Merah Putih dari Astana Gunung Jati ke Balai Kota Cirebon pada Minggu (10/10/2021) yang dilanjutkan dengan tausiah kebangsaan di halaman apel Balai Kota Cirebon. Tausiah kebangsaan akan dilakukan oleh Maulana Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali Hasyim bin Yahya mulai pukul 19.30 WIB.

Wali Kota Cirebon, H. Nashrudin Azis, menjelaskan ide ini muncul dari Habib Luthfi dengan tujuan untuk memupuk rasa kebangsaan. “Kita pupuk kembali rasa kebangsaan dan rasa cinta tanah air,” tutur Azis, saat melakukan konferensi pers di lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cirebon, Jumat (8/10/2021). Azis juga mengaku bangga Kota Cirebon dipilih menjadi lokasi kegiatan dalam rangka HUT ke-76 TNI ini. Untuk itu, Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon memohon dukungan kepada semua pihak demi lancarnya kegiatan tersebut.

“Protokol kesehatan tetap diutamakan,” tegas Azis. Karenanya yang bisa masuk ke halaman apel Balai Kota Cirebon untuk mendengarkan tausiah kebangsaan dari Habib Luthfi hanya undangan. Jumlahnya juga terbatas yaitu hanya 375. Namun masyarakat tidak perlu khawatir, mereka tetap bisa melihat dan mendengarkan tausiah Habib Luthfi secara langsung melalui jaringan televisi RCTV dan live streaming.

Saat ini, lanjut Azis, Kota Cirebon sudah melaksanakan PPKM level 2. Di Jabar, hanya tiga daerah yang masuk level dua, salah satunya Kota Cirebon. Sejumlah kegiatan sosial sudah dapat dilaksanakan jika suatu daerah masuk level 2. “Namun tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat,” tegas Azis.

Sementara itu Kapolres Cirebon Kota, AKBP M. Fahri Anggia Natua Siregar, menjelaskan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada organisasi Islam, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan lainnya untuk tidak bertemu langsung dengan Habib Luthfi atau mendatangi lokasi tausiah kebangsaan di Balai Kota Cirebon. Di setiap pesantren nantinya akan dipasang layar lebar agar tausiah kebangsaan dari Habib Luthfi dapat dilihat secara langsung. “Dibantu TNI, Dinas Perhubungan dan Satpol PP, kami menyiapkan manajemen rekayasa lalu lintas terbatas untuk lancarnya acara ini,” tutur Fahri.

Sedangkan Komandan Kodim (Dandim) 0614 Kota Cirebon, Letkol (Inf) Andi Hasbullah, bangga dan merasa terhormat dengan kegiatan ini. “Biasanya kami sendiri yang merayakan, tapi kini dirayakan oleh seluruh masyarakat,” tutur Andi. Dijelaskan Andi, seluruh prosedur telah mereka lakukan, sehingga pelaksanaan kegiatan selama akhir pekan nanti tetap mematuhi protokol kesehatan. “Kami minta juga jangan sampai kegiatan ini dipolitisir,” pinta Andi. Kegiatan ini murni untuk memupuk rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, H. Agus Mulyadi, menjelaskan dalam kirab merah putih dari Balai Kota Cirebon menuju Astana Gunung Jati akan dibawa bendera merah putih. Selanjutnya bendera merah putih disemayamkan dan dibacakan Al Quran hingga khatam di makam Kanjeng Sunan Gunung Jati. “Setelah itu bendera merah putih akan menjadi bendera pusaka yang akan dikibarkan pada momen peringatan hari besar,” tutur Agus. (Herwin/SGO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.